22 Mei 2025 ~ Oleh Surya Andika
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk membuat project baru Laravel yaitu dengan cara install installer Laravel secara globat atau install menggunakan composer
composer global require "laravel/installer"laravel new laravel-sisfoCara kedua yang dapat digunakan untuk membuat project baru Laravel yaitu menggunakan composer, ketikkan perintah berikut pada workspace.
composer create-project laravel/laravel=^12.0 laravel-sisfo --prefer-dist
untuk menjalankan project dapat menggunakan perintah seperti dibawah ini.
php artisan serve
buka file .env kemudian isikan konfigurasi datababse berikut ini.
User authentication pada studi kasus ini menggunakan fitur authentication bawaan Laravel
Buka terminal/cmd kemudian ketikkan perintah berikut ini:
composer require laravel/uijika berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut ini.
Ketikkan perintah berikut pada terminal /cmd
php artisan ui bootstrap --authJika berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut.
Ketikkan perintah:
npm install && npm run dev
untuk menginstall dan compile file-file asset bawaan, dengan perintah diatas maka file-file yang dibutuhkan untuk authentication akan di generate secara otomatis, seperti halaman login, register dan forgot password, selain itu juga akan generate controller auth seperti gambar berikut.
Selain controller juga degenerate view untuk authenctication seperti gambar berikut
Ketikkan perintah php artisan migrate maka Laravel akan membuat migration table authentication, jika sebelumnya belum terdapat database maka akana da konfirmasi dari larevel apakah akan dibuatkan databasenya atau tidak. Jika migaration berhasil maka akan tampil seperti tampilan berikut.
Jika instalasi berhasil maka aplikasi sisfo sudah memiliki fitur authentication bawaan dari Laravel, berikut tampilan fitur authentication dari Laravel.
Akses url http://127.0.0.1:8000/login pada browser maka akan tampil halaman login seperti berikut:
Akses url http://127.0.0.1:8000/register pada browser maka akan tampil halaman register seperti berikut:
Selanjutnya silahkan coba registrasi dan lakukan login ke aplikasi, jika berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut.
Fitur authentication Laravel akan mengenerate controller, model, view dan route authentication secara otomatis, selain itu juga tampilan view sudah menggunakan framework boostrap sehingga mempermudah dalam membuat fitur authentication pada aplikasi.
Authentication Laravel secara otomatis akan mengenerate table Users yang berisi tentang informasi data user, berikut struktur table users
Dari stuktur table users diatas maka perlu ditambahken beberapa field yaitu username, level dan status, maka perlu membuat sebuah migration untuk menambahkan field-field diatas, ketikkan perintah berikut pada terminal atau cmd.
php artisan make:migration costum_table_users
selanjutnya buka folder database/migration/ seperti gambar berikut.
Kemudian buka file yang diakhiri costum_table_users.php dan isikan dengan kode program berikut.
Kemudian jalankan perintah
php artisan migrate
jika berhasil maka struktur table users telah berubah sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
Setelah berhasil melakukan costum table users selanjutnya membuat user menggunakan fitur seeding pada Laravel, buat seeder dengan nama AdminSeeder dengan perintah :
php artisan make:seeder AdminSeeder
maka secara otomatis file AdminSeeder.php akan dibuat pada folder database/Seeder. Kemudian buka file tersebut
dan buat akun admin seperti kode program berikut.
Selanjutnya untuk menjalankan seeding dengan cara menjalankan perintah berikut.
php artisan db:seed --class=AdminSeeder jika berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut.
Jika sudah berhasil menambahkan user maka dapat login ke aplikasi menggunakan akun tersebut.
Authentication Laravel secara otomatis mengenerate tampilan dashboard aplikasi, Langkah selanjutnya kita akan konfigurasi tampilan aplikasi sesuai dengan template yang kita pilih, ada studi kasus ini kita akan menggunakan template SB Admin 2 dengan framework bootstrap, silahkan downloah template pada link https://startbootstrap.com/theme/sb-admin-2 kemudian extract, selanjutnya buat folder pada public project Laravel dengan nama sbadmin dan copy pastekan seluruh asset template sbadmin kedalam folder tersebut.
Buka file app.blade.php pada folder view/layouts kemudian ganti dengan kode program dibawah ini.
Sehingga tampilan login akan berubah seperti gambar dibawah ini.
Selanjutnya membuat layout global yang mana layout ini akan digunakan sebagai layout utama aplikasi dan view-view lain akan mengambil resource disini, karena app.blade.php sudah digunakan untuk view login, maka kita perlu membuat layout baru, silahkan buat file dengan nama main.blade.php pada folder view/layouts dan isikan dengan kode program berikut ini.
Penjelasan
Pada layouts main.blade.php diatas layout ini akan memanggil view sidebar.blade.php dan
view topbar.blade.php kedalam layout main.blade.php dengan menggunakan perintah
@include sehingga tampilan kedua view tersebut akan tampil pada layout main. Selanjutnya
juga akan menampilkan data judul & konten dari view yang akan menggunakan layouts
main.blade.php dengan perintah @yeild(‘judul’) & @yeild(‘konten).
Buat file pada folder layouts dengan nama sidebar.blade.php dan isi dengan kode program berikut.
Buat file pada folder layouts dengan nama topbar.blade.php dan isi dengan kode program berikut.
Sebagai contoh kita akan menggunakan view home.blade.php , buka file tersebut dan isikan dengan kode program berikut.
Untuk menggunakan layouts main menggunakan @extends(‘layouts.main’) sehingga seluruh
tampilan main.blade.php akan ditampilkan pada view home, untuk menampilkan data judul
pada layout main dengan perintah @section(‘judul’)Dashboard @endsection dan konten
dengan cara @section(‘judul’)Dashboard @endsection
Jika konfigurasi layout berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut.